Luluh - samsons

Minggu, 16 Januari 2011

Perjalanan ke Alam Astral ( ghaib ) part II

 Bertemu banyak manusia aneh

Aku sekarang sendirian merasa melayang – layang dan akhirnya terjatuh di sebuah tempat yang mirip dengan bangunan puri kuno. Kakiku masuk ke dalam bangunan itu, aku merasa aneh, sepertinya suasana sangat mencekam dan remang – remang. Salah satu ruang di sisi sebuah guci besar yang terguling, ada bangku kayu. Dia atasnya meringkuk seorang laki – laki dengan pakaian seperti nahkoda kapal kuno, jenggotnya panjang, rambutnya juga panjang. Dia seperti orang hilang ingatan. Lalu aku berjalan lagi menaiki tangga, ada seorang lelaki tua duduk melamun memegang gasper bajunya, aneh pakaiannya bukan seperti orang – orang pada umumnya.
Masih ada beberapa orang lagi yang kulihat dalam bangunan tua itu. Mereka tanpa ekspresi. Seperti orang – orang yang bingung dan  tidak mampu bicara. Kebanyakan adalah laki – laki, ada beberapa seperti awak kapal. Aku merasa perjalanan sudah melelahkan. Aku duduk sebentar. Tak habis pikr mengapa banyak sekali manusia di sini. Mereka tidak melihat kehadiranku.

Kuputuskan untuk kembali dan melambaikan ganggang di tangan kananku, dalam sekejab mata sudah berada di pelataran di mana kedua putri pemegang cermin itu berdiri.
Tapi putri – putri itu sudah tidak ada lagi. Hanya dua orang anak kembar yang memegang mainan semacam kerang berbentuk kerucut dan berlubang ujungnya. Mereka meniup kerang itu, dari dalamnya melesat beberapa  sumpit tajam dari bekas capit kepiting menghancurkan sasaran bunga – bunga karang. Aku mendekat, salah satu mahluk kembar berwujud anak manusia itu berwajah bengis dan licik, sementara satunya berwajah lembut dan ramah. Keduanya bertengkar . Kutinggalkan mereka.
Aku naik ke atas tangga pelataran dan terlihat banyak tanaman dalam belanga tanah. Seorang anak kecil mendekat dan berkata bahwa dia dikutuk menjadi kerdil seumur hidup oleh sang ratu, tugasnya adalah menanam tanaman kehidupan dan menjaganya. Semakin terasa aneh seluruh kehidupan di sini. Orang – orang bisa dengan mudah datang dan menghilang begitu saja. Aku ingin pulang. Aku ingat ganggang ditangan kananku sudah terlepas dari genggamanku.
Dengan konsentrasi penuh akhirnya aku berhasil mencapai tempat awal aku datang, badanku melesat begitu cepat tiba di tempat itu. Aku harus pulang. Ini bukan tempatku.
Tibalah di tempat yang pertamakali kudatangi, tetapi sang ratu dan manusia ganggang itu sudah tidak ada. Dalam hati kecil ada rasa takut bahwa ikan – ikan dan ganggang itu akan melihatku melarikan diri. Tapi tekadku sudah bulat untuk pulang. Dengan sekali hentakan aku muncul ke permukaan air. Terlihat tubuhku berbaring dengan tenang dalam posisi terlentang. Aku mendekati tubuhku, masuk perlahan mulai dari ujung telapak kaki dan akhirnya ke seluruh tubuhku.  Kesadaranku penuh, aku terbangun. Semuanya tergambar dengan jelas, seolah bukan mimpi. Aku bisa mengingat setiap detail peristiwanya.
Terlihat jam dinding menunjukkan pukul 21: 00 Wib.Padahal rasanya aku pergi berhari  hari ternyata hanya 2 jam saja. Hingga  saat ini aku sudah mengalami berbagai pengalaman mimpi yang mirip seperti itu, meninggalkan tubuh dan berjalan – jalan. Bahkan ke tempat yang harus melintasi lautan atau hutan belantara, perjalanan ku tempuh dalam waktu yang sangat cepat dan singkat. Kadang terbang dan bertemu manusia lain yang juga terbang.

 Believe it or Not!!...

0 komentar:

Posting Komentar

walkie talkie

walkie talkie
walkie talkie