Luluh - samsons

Minggu, 16 Januari 2011

Perjalanan ke Alam Astral ( ghaib ) part I




Kisah perjalanan astral  ke dasar samudra ini terjadi dalam bulan mei 2010.

Keluar dari tubuh 

Malam sekitar pukul 19; 00 wib, Mei 2010
Saya berbaring antara lelah dan keinginan untuk tidur. Saat terbaring posisi badan terlentang.. Tiba – tiba antara sadar dan tidak badan terasa terangkat. Mula – mula dari kaki bergerak turun dari tempat tidur dan masih dalam posisi berbaring  terlihat kaki yang sepasang masih menyatu dengan badan . Ketika kedua kaki yang berupa bayangan berhasil menjejakkan telapak di lantai disusul dengan badan sampai seluruh kepala bangkit dan keluar dari tubuh mengambil posisi duduk. Saat menoleh badan masih terlihat dalam posisi tidur. Ada keanehan yang tidak terjawab. Bagaimana mungkin melihat seperti badan kembar berada dalam satu ruang kamar. Yang satu tidur sementara badan yang satu posisi duduk.

Tidak ada kesempatan untuk menoleh ke arah jam dinding, tiba – tiba terlihat ada sebuah kolam di hadapan. Kedua kaki penuh keraguan mencoba mencelup ke dalam kolam. Pada saat air kolam tersentuh kedua kaki, ada gelombang – gelombang lingkaran yang bergerak di tengah kolam. Lalu perlahan – lahan warna kolam berubah sangat bening dan tampak di dasarnya bukan kolam lagi melainkan  dasar samudera. Pemandangan terumbu karang yang sangat elok beraneka warna. Ikan dan ganggang yang menari – nari begitu menawan.
Tak lama kemudian seorang ratu dengan pakaian sari ungu kebiruan seperti pakaian putri India kuno muncul dengan posisi duduk bertahta di atas kelopak kerang besar. Rambutnya berhiaskan mutiara berkilauan, tangan kanannya memegang rumput ganggang laut berwarna  ungu kebiruan. Ikat pingganggnya dari rangkaian kulit kerang kecil – kecil beraneka warna seperti untaian bunga.Tak jauh dari ratu itu ada mahkluk seperti setengah manusia dan setengah ganggang, berjalan terhuyung – huyung menghadap ratu. Seperti seorang manusia yang terkena kutukan menjadi ganggang dan wajahnya sangat  mengundang rasa iba. Warna mahluk yang setengah ganggang dan setengah manusia itu duduk bersimpuh di depan ratu . Mereka memandang ke arah saya. Mulutnya tidak bergerak sedikitpun hanya tersenyum.

Tak lama kemudian terdengar suara bergema di telinga:”Turunlah…jangan ragu, masuk ke dasar air, …turunlah …turunlah”.  Begitu terus menerus. Seperti terhisap sebuah kekuatan,kedua kaki mulai turun mencelup ke air sampai sebatas lutut. Sesaat ragu – ragu menyergap. Bagaimana aku bernafas di dalam air. Sang ratu itu mengayunkan ganggang di tangan kanannya dan lagi – lagi ku dengar suara, jangan ragu, kamu akan bisa bernafas, masuklah dan tenggelamkan seluruh tubuhmu. Keheranan semakin menjadi,, ratu itu bisa membaca pikiranku. Saat badan tinggal bagian kepala saja, tiba – tiba boneka ganggang itu melesat ke atas dan menyambut  tubuhku. Dengan penuh kesadaran terasa sensasi basah dan aair yang dingin, seluruh badan tenggelam ke dasar laut yang elok itu, melayang -  layang dan terlihat gelembung udara dari mulut dan hidungku. Tiba di hadapan ratu yang bersinggasana kulit kerang besar itu, boneka ganggang setengah manusia itu menjauh dariku. Lalu teronggok tak berdaya di  sebuah cekungan batu karang.

Belum pernah melihat dan membayangkan yang namanya dasar laut apalagi terumbu karang, tapi sekarang aku berada di dalamnya. Melihat keherananku sang ratu mengatakan  angkat tangan kananmu ke atas dan silankan tangan kirimu di dada. Beri salam kepada mereka. Tidak tampak satu orangpun yang bisa ku lihat untuk ku beri salam, tetapi akhirnya tangan kanan terangkat  dengan begitu patuh, sementara tangan kiri tersilang di dada. Ajaib, semua ganggang, rumput laut, ikan – ikan , kerang dan semua makhluk dasar laut itu tiba – tiba terlihat hidup, menari – nari, melambaikan tangan dan mereka memiliki mata, mulut dan hidung. Mereka melambai – lambaikan tangannya mengucapkan selamat datang.
Lalu ratu tersebut memerintahkan “ Turunkan tanganmu “
Tangan  kanan segera kuturunkan. Aneh sekali semua pemandangan yang tadi seolah hidup dan bergerak – gerak menjadi diam, tak bernyawa.Semua kembali seperti semula bentuk ganggang dan ikan – ikan warna – warni seperti biasa. Tetapi tak ada rassa takut sedikitpun menyaksikan keanehan – keanehan itu. Rupanya semua mahluk itu berada dalam kekuasaan ratu. Lalu ganggang setengah manusia tadi berusaha untuk berdiri, tapi nampaknya sempoyongan dan memegang tangan ku di ajak berbalik menghadap kearah kanan.

 Cermin ajaib
Di sisi kanan yang tadi hanya ada terumbu karang sekarang terbuka lebar, ada pelataran dan tangga naik ke arah atas. Sang ratu tidak bergerak sama sekali dari atas tahata kerangnya. Terlihat 3 orang putri sangat cantik menawan juga mengenakan pakaian  warna ungu kebiruan , kepalanya berhias rumput laut warna – warni. tetapi tidak ada sedikitpun senyum. Dua di antara ketiga putri itu memegang sebuah lingkaran cermin berhias rumput laut berwarna warni.
Mereka mulai mendekat. Posisi lingkaran cermin itu disangga dengan tangan setinggi  bahunya. Beriringan mereka berjalan mendekati tempatku berdiri. Pandanganku tertuju pada cermin itu, sepertinya aku melihat tayangan gambar putri – putri sumatera yang sedang menari dan di belakang putri itu terlihat bangunan kuno serta pemandangan lembah, kebun dan barisan pegunungan. Gambar itu bergerak hidup seperti jika melihat acara televisi.
Lalu kerang yang menjadi singgasana sang ratu bergerak melayang mendekati kedua putri yang membawa cermin itu. Dia mengatakan aku bisa pergi kemanapun aku inginkan dengan masuk kedalam cermin itu. Antara penasaran dan takjub dalam hati aku mengatakan bagaimana jika ke Amerika. Belum terucap keinginanku sang ratu mengataka  tidak boleh memilih benua itu. Padahal aku belum mengatakannya. Berarti sang ratu mampu membaca pikiranku. Lalu dia menawarkan aku untuk ke sumatera, kota. Padang. Akhirnya rasa penasaran membuatku memberanikan diri masuk ke cermin ajaib itu.

Kedua putri itu mendekatkan posisi cermin sejajar tubuhku dan aku mulai mendekatkan kepalaku masuk ke dalam cermin. Terasa seperti menembus agar – agar bening transparan dan mata melihat kea rah bawah ada pemandangan alam yang indah, barisan pegunungan. Tinggal menggerakkan badan saja maka seluruh tubuhku seolah mengambang bisa memasuki cermin itu. Tetapi kesadaran tiba  tiba masuk ke pikiranku. Bagaimana caranya aku kembali nanti, aku belum bertanya. Segera kepalaku ku tarik keluar . Sang ratu yang tahu isi pikiranku berseru “ Dia cerdas ‘
Lalu seorang putri yang dari tadi berdiri membawa sebuah kerang sebesar piring mendekati ke arahku. Di bukanya kelopak kerang itu dan terdengar suara musik ritmis yang nadanya hanya terdiri dari beberapa nada, mengalun berulang – ulang. Ratu turun dari singgasananya dan mengajakku menari.Aku terbawa alunan suara ritmis tadi dan berputar – putar di dalam air. Akhirnya saat aku mulai merasa melayang dan ringan, sang ratu melesat pergi dengan singgasana kerangnya. Kedua putri yang memegang cermin tadi sudah menghilang. Salah satu putri memberi aku setangkai ganggang untuk penunjuk jalan jika aku ingin kembali ke tempat awal aku datang.

1 komentar:

iman firmansyah mengatakan...

seru gan ceritanya..

Posting Komentar

walkie talkie

walkie talkie
walkie talkie